Meskipun berukuran sangat kecil tidak mencapai bilangan 200Kb, namun aplikasi ini memiliki beberapa fitur menarik yang dapat digunakan oleh para administrator jaringan. XpNetTools mampu melakukan diagnosis masalah yang terjadi pada jaringan anda baik di kantor maupun di rumah.
Fitur-fiturnya:
1. Netstat
Netstat biasanya digunakan untuk mendaftar protocol TCP/UDP pada sistem. Netstat juga dapat menampilkan suatu proses sedang menggunakan protocol TCP/UDP. Hal ini sangat berguna untuk menentukan aplikasi (proses) apa yang sedang menggunakan protocol tersebut.
2. Ping/Traceroute
Modul ini akan mengirimkan paket ICMP untuk me-remote host yang diinginkan dalam satuan millisecond. Kita dapat mengoptimalkan perform traceroute pada host dan melihat rute internet data, serta perjalanan ke host tersebut.
3. DNS
DNS (Domain Name Service) digunakan untuk mendapatkan IP address berdasarkan domain. DNS juga dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang nama domain, seperti MX records. MX records adalah record suatu point ke mailbox server (SMTP server) untuk domain.
4. Whois
Modul whois berfungsi untuk mencari nama domain atau ip address. Whois mendapatkan informasi tentang pemilik dari nama domain atau ip address tersebut. Terdapat ratusan server whois, yang mana setiap server memiliki TLD (top level domain (.com, .net, dll). XpNetTools akan berusaha mendapatkan server whois yang benar untuk memberikan nama domain secara lebih spesifik pada suatu query. Hasil dari temuan server whois akan menampilkan berisi informasi tentang nama domain. Modul ini juga merupakan salah satu fitur yang memiliki kemampuan untuk menampilkan server whois secara lebih spesifik.
5. Packet Capture
Modul packet capture digunakan untuk meng-capture paket pada tampilan jaringan local. Paket capture sangat berguna untuk debugging jaringan dan troubleshooting. XpNetTools memiliki suatu filter untuk mengetahui mana yang dapat diedit, sehingga output yang dapat ditangkap sangat terbatas. Kita dapat menyaring ip address dan port. Kita juga bisa menampilkan lebih spesifik lagi termasuk protocol TCP/UDP.
6. TCP Socket
Modul socket TCP digunakan untuk membuat koneksi jaringan TCP melalui setiap koneksi untuk me-remote host yang ditemukan. Setiap data dapat ditukar dengan remote host. Data dapat berupa plain teks atau binary data.
7. UDP Socket
Modul UDP digunakan untuk membuat soket UDP dan mengirimkan data melalui soket ini. Modul UDP sama dengan modul soket TCP, kecuali jika UDP merupakan protocol yang kurang terkoneksi.
8. Base64/MD5-Encoding/Decoding
Modul ini akan menerjemahkan dari dan ke Base64.
9. NetInfo
Modul NetInfo merupakan versi GUI pada window ipconfig. NetInfo memberikan informasi tentang windows IP configuration dan network adapters.
